Sejarah beserta perkembangan musik klasik yang ada di dunia

Musik klasik adalah musik lama atau musik jadul, namun bukan blues, reggae, jazz, keroncong. Sebagian pendapat masyarakat tentang musik klasik, musik klasik adalah musik lama yang berasal dari Eropa pada masa para komposer-komposer Eropa jaman dulu, seperti Mozart, Vivaldi, Dvorak, Beethoven, Bach, dll. Jadi terdapat perbedaan musik klasik dengan musik lainya misalkan alat musiknya, musik klasik menggunakan alat musik seperti Harpsichord, Piano, Biola (Violin), Brass, Cello / Bass Violin. Adapun Ciri-ciri dari musik klasik yaitu Didominasi oleh musik gesek dan tiup, tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan dan tidak menonjolkan ritme pada melodi dan harmoni dan pemakaian akord 3 nada. Musik klasik tercipta di tanah Eropa yang masih eksis hingga kini dibagi ke dalam beberapa periode dalam perkembangannya.

Yunani Kuno

Pada era ini, musik sebagai alat hiburan, ritual keagamaan, perayaan sudah ada bukan hanya di Yunani saja. Contohnya, pada era ini sudah dikenal adanya musik persia, musik india, musik mesopotamia, musik mediterania, musik yahudi, musik romawi, musik islam,dan lain sebagainya. Namun, yang paling terkenal pada masa ini adalah musik Yunani. Alat musik seperti lyre yang menjadi cikal bakal kecapi, aulos, dan khitana. Musik klasik yang kita ketahui sekarang adalah hasil perkembangan dari musik Yunani kuno.

Abad Pertengahan

Zaman pertengahan diyakini berawal dari runtuhnya kerajaan romawi sampai pada pertengahan abad 15. Pada zaman ini, musik masih terbilang kurang kompleks, dimana ritme musik masih bersifat monoritme dan monophonic walaupun akhirnya berkembang menjadi musik polyphonic. Alat musik pada zaman adalah “flute kayu” sebagai induk dari “flute modern” saat ini yang terbuat dari perak, ada juga model recorder yang disebut “gemshorn” yang terbuat dari kayu juga. Abad pertengahan adalah abad “kaku”, dimana otoritas gereja memegang kendali rakyat. Oleh karena itu, musik-musik “pengorbanan” banyak tercipta. Ada beberapa pemusik yang terkenal abad ini, antara lain : Pierre de la Croix, Leonin, Perotin, dll.

Zaman Renaissance

Zaman ini musik tidak terlalu besar perkembangannya. Penulisan notasi musik yang saat ini kita kenal dengan istilah “garis-garis pranada” sudah muncul pada abad ini, sekaligus berbagai ornamentik musik yang membuat musik terasa lebih bebas. Istilah-istilah yang sudah kita kenal sekarang seperti toccata, ballade, mass dan prelude, sudah ada pada zaman ini. Sehingga genre-genre pada zaman ini sudah membuat musik semakin meriah dan mengalami perkembangan. Alat-alat musik yang lebih maju sudah tercipta pada zaman renaissance dan sampai sekarang juga masih dipakai, seperti trumpet, harpa, viol, slide trumpet, rebana, flute dan recorder. Beberapa pemusik yang terkenal pada zaman ini adalah Leonel Power, Guillaume Dufay, Pierre de la Rue, dll.

Era baroque & Rokoko

Perkembangan dalam notasi musik dan penggunaan alat musik yang lebih baik terlihat pada abad ini. Era barok dapat juga disebut sebagai era “klasiknya musik barat” dan era dimana musik mulai memegang peranan penting dalam opera. Istilah-istilah yang kita ketahui seperti minuet, overtura, sarabande, sinfonia, serta lagu-lagu seperti fugue, sonata dan concerto grosso sangat kental pada abad ini. Alat musik seperti biola/violin, dan harpa dimainkan dengan baik pada zaman barok. Piano belum berkembang pada zaman barok, namun induknya hapsicord telah menjadi alat musik yang memegang peranan penting zaman ini. Komposer-komposer pada zaman ini adalah: Antonio Vivaldi, Claudio Monteverdi, Geroge Friedric Handel, Johann Pachelbel dan sang maestro Johann Sebastian Bach. Perbedaan antara barok dan rokoko adalah, jika pada era baroque ornametn musik diserahkan pada pemusik itu, maka pada era rokoko ornamennya dituliskan.

Zaman Klasik

Zaman ini sering juga disebut sebagai era klasik viennese dan wiener, sebab komposer-komposer zaman ini banyak yang berasal dari Italia (viena) dan jerman, sebut saja Franz Schubert, Wolfgang Amadeus Mozart dan muridnya Ludwig van Beethoven. Musik pada zaman ini lebih mantap dan seimbang, baik dari segi kontrol nada, proporsi musikal, dan moderasi. Orkestra berkembang pesat, serta penggunaan piano menggantikan hapsicord menjadi salah satu alat musik utama dalam orkestra. Era ini dikatakan telah menjadi elemen dasar perkembangan musik klasik yang sebenarnya. Komposisi seperti “sonata” atau permainan solo dan “symphony” atau permainan orkestra lahir dan berkembang jelas pada era ini.

Era Romantik

Komposisi musik pada era ini lebih ekspresif dan kaya akan emosi pemain. Karya-karya komposer jaman ini yang ditandai dengan intro yang lembut dan diakhiri dengan ending musik yang sanga dramatis, serta terlihat dari transisi gerakan pada symphony karya Beethoven. Zaman klasik adalah zaman opera (drama musikal) dimana setiap cerita diiringi musik yang membawa suasana yang memuaskan. Orkestra berkembang pesat dan terlahirnya para virtuoso (pemusik handal) pada zaman ini yang ditandai dengan mahirnya mereka bermain piano dan biola/violin. Para komposer era ini antara lain Frantz Lizt, F.J.L Mendelsson, dan Richard Wagner.

Era Modern Kontemporer

Era ini lebih menitik beratkan pengembangan dan perpanjangan teori dan teknik bermusik. Ditandai dengan musikus akademia yang mulai menolak teori tonal tradisional, alat-alat musik apa saja yang dipakai, melodi dalam bermusik serta struktur musik seperti pada zaman sebelumnya. Era modern ditandai dengan munculnya aliran musik deperti impresionisme, ekspresionisme, serialisme, neo-klasik, serta musik-musik politik. Para komposernya adalah, diawali dengan Claude Debussy, serta musisi amerika mulai berdatangan seperti Charles Ives dan John Alden Carpenter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *